Diceritakan kembali oleh Abdul R Saleh
Dahulu kala, hiduplah seorang penambang garam bersama
istrinya. Mereka tinggal cukup jauh dari laut, sekitar 20 kilometer. Setiap
hari, si penambang pergi ke pantai untuk mengambil garam.
Saat masih bujang, pekerjaannya terasa ringan. Garam
yang dijual selalu cukup untuk makan, bahkan sering ada sisa untuk ditabung.
Suatu hari, ia ingin menikah. Setelah menemukan gadis yang cocok, menikahlah
ia.

