Senin, 27 April 2026

Pemurah yang Bodoh

 

Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT

Diceritakan kembali oleh Abdul R Saleh

Dahulu kala, hiduplah seorang penambang garam bersama istrinya. Mereka tinggal cukup jauh dari laut, sekitar 20 kilometer. Setiap hari, si penambang pergi ke pantai untuk mengambil garam.

Saat masih bujang, pekerjaannya terasa ringan. Garam yang dijual selalu cukup untuk makan, bahkan sering ada sisa untuk ditabung. Suatu hari, ia ingin menikah. Setelah menemukan gadis yang cocok, menikahlah ia.

Untuk lanjut membaca cerita ini silakan klik tautan ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Gelombang Kejahatan (The Crime Wave)

Fielden Hughes -  Disadur oleh:  Abdul Rahman Saleh “Masuk!” Kepala sekolah menjawab ketukan kecil di pintu ruang kerjanya. Pintu terbuk...